Social Icons

Pages

Kamis, 06 Desember 2012

ARTIKEL ILMIAH

                                                              Bekatul Ampuh Lawan Kanker


 

SEBUAH penemuan baru telah dipublikasikan di The Journal Advantages in Nutrition bahwa bekatul bisa mencegah timbulnya kanker. Benarkah?
Penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado Cancer Center ini tentu sangat mengejutkan. Betapa tidak, bekatul yang kita kenal sebagai makanan unggas, ternyata bisa menjadi properti pencegahan kanker yang menjanjikan.
Saat ini, percobaan klinis sedang berlangsung untuk menguji efektivitas bekatul dalam mencegah kambuhnya kanker usus besar.

“Sebagai seorang ahli toksikologi molekul, saya sangat terkejut dengan apa yang saya temukan, yaitu sebuah senyawa bioaktif kanker seperti yang terdapat pada bekatul,” tutur Elizabeth P. Ryan, PhD, CU, Cancer Center Investigator.
“Ada keseimbangan komponen bioaktif dalam bekatul yang bersama-sama menunjukkan aktivitas anti-kanker, termasuk kemampuan untuk menghambat proliferasi sel, mengubah perkembangan siklus sel, dan memulai kematian sel terprogram yang dikenal sebagai apoptosis pada sel-sel ganas,” imbuh wanita yang juga menjabat sebagai asisten profesor di Departemen Lingkungan dan Radiologi Ilmu Kesehatan di Pusat Kanker Hewan CSU, serta penulis senior dalam penelitian ini.
Bekatul atau bisa juga disebut tepung mata beras sendiri berisi sejumlah luar biasa nutrisi menyehatkan, seperti tokoferol, tocotrienol (setidaknya delapan jenis berbeda), cartenoid, spitosterol, beta karoten, alfa karoten, likopen, lutein, zeaxanthinpolisakarida, beta-sitosterol, serat, co-enzim Q10, vitamin E dan vitamin B kompleks (termasuk antioksidan B15). Bekatul juga menawarkan fosfor, potassium, magnesium, kalsium, mangan dan trace mineral lainnya.
Penelitian menunjukkan bahwa komponen bioaktif dari bekatul ternyata tidak hanya beraksi pada sel kanker semata, tapi juga sekitar sel untuk menciptakan kondisi di jaringan sekitarnya yang mempromosikan fungsi sel-sel sehat sekaligus menghambat fungsi sel-sel kanker.
Bekatul juga dapat membantu untuk mempromosikan respon kekebalan anti-kanker dan memodulasi metabolisme usus mikrobiota untuk perlindungan terhadap kanker.
“Ada lebih dari 100.000 varietas padi di dunia. Semuanya memiliki keunikan campuran komponen bioaktif masing-masing. Yang menjadi tantangan utama sekarang adalah menemukan komposisi optimal untuk chemoprevention. Sementara tantangan lain adalah memastikan bahwa orang-orang secara konsisten menerima jumlah asupan yang dibutuhkan sehari-hari atau 'dosis' yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan chemo-protective effect

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Sample text

Sample Text